Friday, August 8, 2025

Bandung dan Klakson

 Bandung adalah kota yang aneh tapi indah. Macet? Sudah pasti. Tapi anehnya, di tengah kemacetan yang menjalar dari ujung simpang ke ujung sabar, suasana tetap sunyi. Tidak ada dentuman klakson yang memekakkan telinga, tidak ada adu suara antar pengendara. Bandung, meski sumpek oleh kendaraan, tetap menjaga sopan santunnya, bahkan di jalan raya. Di sini, klakson bukan senjata pemarah. Ia lebih seperti salam: digunakan hanya saat betul-betul diperlukan. Atau, kalau boleh jujur, klakson orang Bandung itu cuma dibunyikan saat Persib juara.

 


 Ada semacam konsensus tak tertulis di jalanan Bandung. Selama kendaraan di depan tidak tidur nyenyak di tengah jalan atau lupa bahwa lampu hijau artinya jalan, maka jari tetap jauh dari tombol klakson. Bahkan kalau seseorang telat maju satu detik setelah lampu hijau menyala, biasanya cukup dengan tatapan tajam di spion, bukan suara tin-tin. Mungkin itu juga sebabnya Bandung tetap terasa "ngahiji" meskipun ban motor sudah menyentuh bumper mobil di belakangnya.

 

Tapi ketika klakson akhirnya terdengar… wah, itu momen sakral. Semua kepala langsung menoleh serempak ke sumber suara. Seakan-akan semesta berkata dalam satu suara: “Berisik!” atau yang lebih pedas khas urang Bandung: “Lamun sakirana rusuh mah inditna ti kamari!” Suasana langsung canggung, dan biasanya si pengklakson mendadak insaf, berharap bisa menghapus suara yang terlanjur terucap.

 

Yang menarik, di Bandung, orang bisa lebih menerima pengendara yang nyelip sembarangan ketimbang yang membunyikan klakson tanpa alasan. Mungkin karena bagi warga Bandung, klakson itu seperti sindiran keras, bukan hanya sekadar “permisi.” Di kota ini, diam lebih dihargai. Bukan karena pengendara tidak punya emosi, tapi karena semua tahu, macet bukan salah pribadi. Semua hanya ingin pulang dengan damai, bukan dengan detak jantung 140 BPM karena suara klakson mendadak.

 

Maka jangan heran kalau kamu ke Bandung dan merasa sepi meskipun di tengah kemacetan. Itu bukan karena jalanan kosong, tapi karena budaya klakson di sini punya standar tinggi. Kalau kamu dengar suara klakson ramai dan serentak, bisa dipastikan cuma dua kemungkinan: ada yang benar-benar nyerempet... atau Persib baru saja juara.

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

This Is The Newest Post
Comments


EmoticonEmoticon